Tak pernah saya mengidolakan
seseorang pejabat negara seperti saya mengidolakan Eyang Habibie. Bahkan ini
adalah momen foto dengan seorang publik figur yang paling saya senangi. Memang,
seburuk-buruknya seseorang, pasti ada hal baik yang ada di diri orang tersebut.
Pun sebaliknya, sebaik-baiknya seseorang, pasti ada kesalahan yang pernah
dibuatnya.
Tapi begitu banyaknya kebaikan
yang ada pada diri Eyang Habibie, saya bahkan tak menghiraukan kesalahannya. Orang
baik akan tetap terlihat kebaikannya. Bahkan ketika ada sesuatu yang salah dari
orang tersebut, pasti ia tak semata-mata mutlak kesalahannya. Tuhan akan
menunjukkan itu.
Foto ini diambil tanggal 17
Februari 2007. Ya, sudah 12 tahun silam, tapi kenangannya beberapa masih saya
ingat dengan jelas. Saat pertemuan itu, saya meminta beliau mendoakan hal yang
baik-baik tentunya.
Satu momen lain yang saya ingat
adalah ketika beliau mau beranjak pergi meninggalkan acara, untuk kembali ke
Jakarta. Tapi saat itu pula beberapa wartawan menghadangnya untuk mewawancarai.
Beliau dimintai pendapat tentang kondisi negara saat itu terutama bidang
ekonomi dan hubungannya dengan sistem transportasi.
Saya ingat, ajudannya
