Hal paling berat setiap hari yang
saya rasakan adalah saat akan berangkat kerja. Kenapa? Itu adalah saat di mana
saya harus menyaksikan langsung beratnya pandangan Frea saat melihat orang
tuanya pergi. Dia tak berkata apa-apa, tapi matanya mengisyaratkan lain. Saya tau
ini karna pernah merasakan hal yang sama dulu ketika saya akan ditinggal Bapak
saya pergi, entah kerja, atau saat ada urusan lain.
Perasaan saya dulu begitu, hanya
itu. Tak memikirkan bagaimana perasaan yang Bapak saya rasakan saat itu. Ternyata
tidak. Beratnya melihat tatapan anak yang tidak ingin ditinggal orang tuanya,
ternyata sama beratnya, apalagi anak sendiri. Ditambah lagi beratnya
meninggalkannya. Ini yang saya rasakan sekarang. Dan saya yakin, yang Bapak
saya rasakan dulu juga sama.
Saya masih agak tega meninggalkan
Frea bila di rumah masih ada ibunya. Begitu pun ibunya. Maka terkadang, kami
berebut untuk berangkat terlebih dulu bukan karena ingin segera meninggalkan
rumah, tapi semata-mata tak ingin menjadi ‘juru kunci’ kesaksian.
Lagi-lagi kecerdikan Frea. Setiap
sebelum