1/31/15
1/30/15
Lampu - Mendung - Tilang
Pulang-pulang,
sudah malam saja. Padahal berangkatnya tadi pagi. Itu, saat matahari masih di
sebelah timur bumi. Eh bentar, padahal kalau menurut buku yang pernah saya baca saat
sekolah dulu, justru bumilah yg mengelilingi matahari. Berarti harusnya, letak
suatu planet, titik acuannya ya memakai matahari, bukan malah sebaliknya.
Seperti kalimat yang menggambarkan suasana pagi tadi, bukan letak matahari yang
ada di sebelah timur bumi, tapi harusnya, bumi yang berada di sebelah barat matahari. :)
Ah,
tapi saya juga tidak yakin sih. Itu karena tadi, seharian itu mendung. Bahkan
rintik airnya sudah jatuh ke tanah. Hampir seharian. Sampai saya pulang tadi.
Jadi tidak terlihat di mana letak matahari itu barada. Untungnya sudah ada yang
menciptakan jam. Jadi tidak perlu repot-repot untuk tau kapan waktu sholat,
juga kapan waktu untuk memulai dan mengakhiri sebuah aktifitas. Juga
12/31/14
Tradisi Basa-Basi ?
"Hey, gimana kabarnya nih?", sms dari teman yang memang sudah lama tidak saling sapa.
"Alhamdulillah kabar baik, berkat doamu.", balas saya.
Kata 'berkat doamu' selalu saya tambahkan apabila ada yang menanyakan tentang kabar ke saya. Itu adalah satu bentuk ucapan terima kasih saya kepada teman-teman saya yang selalu menyempatkan waktunya sejenak hanya untuk mendoakan saya. Kalau pun tidak, itu adalah bentuk pengingat untuk teman-teman saya agar (akhirnya) mendoakan saya, atau lebih tepatnya memaksa agar didoakan. :)
Bentuk kalimat atau jawaban tambahan-tambahan ini saya yakin tidak hanya saya saja yang melakukan hal ini. Banyak.
Memang, tak sedikit seseorang cenderung akan memberikan jawaban lebih, dari sekedar apa yang ditanyakan. Mungkin itu karna pada dasarnya, manusia itu suka memberi daripada menerima. Baik sih, jika saja memberi ini berupa santunan materi, apalagi untuk orang yang benar-benar membutuhkan. Tapi, jika bentuk pemberian dalam bentuk ucapan/omongan gimana? Itu juga tergantung dari orang yang menerimanya. Iya, bagaimana sikap orang yang mendapatkan kelebihan itu. Ada yang bersyukur karena ia mendapat ilmu baru dari sang pemberi. Baiknya sih memang gitu. Ih, tapi kalau yang diberikan omongan jelek?
Bagi orang yang suka
"Alhamdulillah kabar baik, berkat doamu.", balas saya.
Kata 'berkat doamu' selalu saya tambahkan apabila ada yang menanyakan tentang kabar ke saya. Itu adalah satu bentuk ucapan terima kasih saya kepada teman-teman saya yang selalu menyempatkan waktunya sejenak hanya untuk mendoakan saya. Kalau pun tidak, itu adalah bentuk pengingat untuk teman-teman saya agar (akhirnya) mendoakan saya, atau lebih tepatnya memaksa agar didoakan. :)
Bentuk kalimat atau jawaban tambahan-tambahan ini saya yakin tidak hanya saya saja yang melakukan hal ini. Banyak.
Memang, tak sedikit seseorang cenderung akan memberikan jawaban lebih, dari sekedar apa yang ditanyakan. Mungkin itu karna pada dasarnya, manusia itu suka memberi daripada menerima. Baik sih, jika saja memberi ini berupa santunan materi, apalagi untuk orang yang benar-benar membutuhkan. Tapi, jika bentuk pemberian dalam bentuk ucapan/omongan gimana? Itu juga tergantung dari orang yang menerimanya. Iya, bagaimana sikap orang yang mendapatkan kelebihan itu. Ada yang bersyukur karena ia mendapat ilmu baru dari sang pemberi. Baiknya sih memang gitu. Ih, tapi kalau yang diberikan omongan jelek?
Bagi orang yang suka
Kutu Buku = Culun ?
Miko punya kebiasaan bahwa setiap pagi dia harus membaca sekurang-kurangnya 20 lembar halaman buku atau apa pun yang bisa dibaca. Kebiasaan membaca itu sudah berlangsung sejak dia masih duduk di kelas 1 SMP lantaran dia penasaran dengan pemulung yang setiap berangkat ke sekolah, dia melihat aktifitas membaca itu. Sebenarnya, ayahnya setiap hari juga berlangganan koran, tapi tak pernah sekali pun dia membaca satu judul artikel yang ada di koran itu. Bahkan menyentuhnya saja tidak, kecuali jika ayahnya memintanya mengambilnya dari halaman rumahnya atau sekedar untuk memukul nyamuk yang menghinggapi tubuhnya.
"Ke kantin yuk!",
"Ke kantin yuk!",
Ritual Tahun Baru
Mengintip kalender sebentar, dan ini adalah akhir bulan Desember, bulan di mana di sana diawali dari tanggal 1 dan berakhir di tanggal 31 (Ok, ini jelas informasi tidak penting. Abaikan.)
Bulan Desember adalah bulan yang keberadaannya begitu penting menurut saya. Bayangkan saja, jika keberadaan bulan ini tidak ada, maka jumlah bulan dalam satu tahun ini jadi ganjil. Ia menjadi 11 bulan. Dan ini berarti bertentangan dengan apa yang sudah kita pelajari selama ini.
Yang jelas, Desember adalah bulan terakhir dalam satu tahun masehi. Berarti juga ada tanggal terakhir sebelum bergantinya tahun. Pergantian tahun ini banyak digunakan orang-orang sebagai batas dalam melakukan evaluasi, apakah target-target
12/13/14
Kurir Tulisan
Semakin menjamurnya aplikasi untuk berkirim pesan, semakin memudahkan juga seseorang untuk berkomunikasi. Ini menjadi semakin menarik karena para pengguna dimanjakan dengan bermacam fiture pelengkap dalam berkirim pesan tersebut. Iya, tidak hanya tulisan yang akan dikirim, tapi juga bisa menambahkan foto, gambar, suara, maupun video. Para penyedia layanan pun berlomba melengkapi fiture-fiture tambahan demi menarik pemakainya agar semakin banyak.
Pemakai layanan ini pun seolah-olah menjadikannya sebagai gaya hidup. Jadi, misalkan
Pemakai layanan ini pun seolah-olah menjadikannya sebagai gaya hidup. Jadi, misalkan